Penelitian terbaru menunjukkan bahwa obat-obatan dalam kelas GLP-1, seperti exenatide yang dipasarkan sebagai Byetta, tidak efektif dalam memperlambat perkembangan penyakit Parkinson atau mengurangi gejalanya. Studi yang dipublikasikan pada 4 Februari 2025 di The Lancet melibatkan 194 pasien Parkinson yang diberi suntikan exenatide atau plasebo setiap minggu selama 96 minggu. Hasilnya menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kedua kelompok dalam hal gejala klinis, pemindaian otak, atau laju perkembangan penyakit.
Temuan ini mengecewakan bagi komunitas medis yang berharap bahwa agonis reseptor GLP-1, yang telah berhasil digunakan dalam pengobatan diabetes tipe 2 dan penurunan berat badan, dapat menawarkan manfaat bagi pasien Parkinson. Penelitian sebelumnya pada model hewan dan uji klinis skala kecil menunjukkan potensi manfaat, namun studi terbaru ini tidak menemukan bukti yang mendukung penggunaan exenatide sebagai terapi modifikasi penyakit untuk Parkinson. Para ahli menyarankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami mekanisme kerja obat-obatan ini di otak sebelum melanjutkan uji klinis serupa di masa depan.