Penggunaan ganja telah lama dikaitkan dengan penurunan fungsi memori pada manusia. Menurut Sharon Levy, direktur program penggunaan zat remaja dan kecanduan di Rumah Sakit Anak-anak Boston serta profesor di Fakultas Kedokteran Harvard, ganja mempengaruhi sistem endokannabinoid otak. Ketika seseorang mengonsumsi ganja, zat psikoaktif tetrahidrokannabinol (THC) membanjiri sistem ini, yang dalam jangka pendek dapat mengganggu fungsi otak. Analisis terbaru menunjukkan bahwa pada remaja, ganja dapat menyebabkan kesulitan dalam pembelajaran dan ingatan, seperti perlambatan kecepatan berpikir dan kesulitan fokus.
Namun, tidak semua penelitian sepakat dengan temuan ini. Igor Grant, profesor di departemen psikiatri dan direktur Center for Medicinal Cannabis Research di University of California, menyatakan bahwa tidak ada bukti defisit kognitif jangka panjang, seperti kehilangan memori, pada pengguna ganja. Selain itu, penelitian oleh Serena Silvestro dan rekan-rekannya dari IRCCS Centro Neurolesi di Italia menemukan bahwa ganja memiliki dampak positif pada penyakit neurodegeneratif yang memengaruhi daya ingat, seperti Alzheimer, Huntington chorea, dan epilepsi.
Di Indonesia, Viqqi Kurnianda, direktur peneliti dari Yayasan Sativa Nusantara (YSN), menyatakan bahwa belum ada penelitian terkait hubungan antara penurunan kecerdasan dengan penggunaan ganja, baik untuk keperluan medis maupun non-medis. Ia menekankan pentingnya cara penggunaan ganja; jika digunakan dengan cara dibakar, komponen senyawa dalam ganja mengalami perubahan yang dapat berdampak buruk bagi tubuh. Namun, dalam konteks medis dengan dosis terukur, tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa ganja menurunkan fungsi memori.
Mufti Djusnir, pakar farmasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN), menambahkan bahwa salah satu dampak buruk penyalahgunaan ganja adalah kematian sel otak yang tidak dapat dipulihkan. THC dalam ganja dapat mengikat oksigen di otak kecil, membentuk ikatan kuat yang menyebabkan kematian sel otak. Jika 70% sel otak terpapar THC, hanya 30% yang masih berfungsi dengan baik. Gejala yang muncul termasuk lambat berpikir dan penurunan fungsi kognitif.